Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Asean (Halaman 14)
Bunga yang indah bukan hanya tumbuh di Indonesia. Negara-negara lain mirip negara tetangga pun memiliki bunga yang cantik. Karena kondisi geografis yang hampir sama, bunga yang tumbuh tidak jauh berbeda jenisnya. Perhatikan jenis-jenis bunga yang tumbuh di negara-negara tetangga.
![]() |
| Bunga Sepatu |
Bunga kembang sepatu tumbuh di Indonesia dan Malaysia. Bunga ini mampu dipakai sebagai pewarna. Di Malaysia, bunga kembang sepatu dinamakan Bunga Raya dan merupakan bunga nasional.
Perhatikan bunga kamboja pada gambar diatas. Bunga ini sering dipakai dalam perlengkapan tari di Bali. Dor Champa atau bunga kamboja mampu ditemukan di Indonesia dan Laos. Di negara tersebut bunga ini dipakai untuk dekorasi upacara keagamaan dan penyambutan tamu.
Malaysia, Laos, dan Indonesia hidup berdampingan. Meskipun berbeda negara, namun ketiganya memiliki persamaan dalam kehidupan sosial dan budaya. Masih banyak negara lainnya yang memiliki kesamaan. Oleh karena itu, mereka menggabungkan diri dalam suatu organisasi yang bernama ASEAN, yaitu persatuan negara-negara se-Asia Tenggara. Berikut ialah ke-10 negara ASEAN.
![]() |
| A S E A N |
Untuk menambah wawasanmu wacana negara-negara ASEAN, bacalah isu berikut dengan saksama.
ASEAN Menjawab Kebutuhan Hidup Bertetangga
Kamu pasti pernah merasakan nyamannya hidup bertetangga. Hal ini terasa ketika semua keluarga saling mendukung, saling membantu, dan bekerja sama. Kenyamanan dalam bertetangga perlu diwujudkan karena tiap keluarga memiliki kepentingan yang sama.
Hal itu juga yang mendasari terbentuknya ASEAN. ASEAN ialah sebuah organisasi internasional yang beranggotakan negara-negara di tempat Asia Tenggara. Negara-negara ini bersatu karena adanya persamaan letak geografis dan kemiripan budaya. Kepentingan yang sama dalam memajukan pertumbuhan ekonomi, sosial budaya, serta menjaga keamanan tempat menjadi dasar pertimbangan para tokoh-tokoh dunia pendiri ASEAN. Pada tahun 1967 ASEAN berdiri atas dasar Deklarasi Bangkok. Saat itu, tokoh-tokoh dari lima negara yang terlibat dalam diskusi menjadi pencetus dan pendiri organisasi ini.
Lima negara yang menjadi anggota pertama ASEAN di tahun 1967 ialah Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina. Para utusan dari kelima negara tersebut, yang sekaligus merupakan tokoh-tokoh pendiri ASEAN, ialah Adam Malik (Indonesia), Tun Abdul Razak (Malaysia), Thanat Khoman (Thailand), S. Rajaratnam (Singapura), dan Narciso Ramos (Filipina).
ASEAN harus mampu menawarkan manfaat bagi semua anggotanya. Untuk itu, banyak sekali kerja sama dikembangkan untuk memajukan kesejahteraan semua anggotanya. Kerja sama di bidang ekonomi, sosial, budaya, serta politik dikembangkan demi kemajuan semua anggota. Manfaat yang dirasakan oleh anggota-anggota ASEAN, membuat semakin banyak negara yang kemudian bergabung dengan organisasi ini. Saat ini ada sepuluh negara yang menjadi anggota ASEAN. Berdasarkan urutan waktu bergabungnya, negara anggota ASEAN tersebut adalah:
- lima negara pendiri, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, yang bergabung pada tanggal 8 Agustus 1967
- Brunei Darussalam, bergabung pada tanggal 7 Januari 1984
- Vietnam, bergabung pada tanggal 28 Juli 1995
- Laos dan Myanmar, bergabung pada tanggal 23 Juli 1997
- Kamboja, bergabung pada tanggal 30 April 1999
Masyarakat negara-negara ASEAN memiliki kehidupan sosial budaya yang unik. Kamu mampu mempelajarinya dengan membaca teks berikut.
Masyarakat negara-negara ASEAN memiliki kehidupan sosial budaya yang unik. Kamu mampu mempelajarinya dengan membaca teks berikut.
A. Brunei Darussalam
Kampung Ayer ialah desa terapung di Brunei Darussalam. Tahun 1400 Kampung Ayer sempat menjadi pusat pemerintahan. Saat ini banyak penduduknya yang memiliki perahu pribadi dan disimpan di bawah rumah apung mereka.
Budaya Brunei banyak dipengaruhi oleh aliran Islam. Mayoritas penduduknya ialah orang Melayu. Kata “Brunei” berasal dari kata “Nah Baru” yang diucapkan oleh Awang Alak Betatar, penemu negara ini. Kata “Darussalam” berarti “Tempat yang Damai” atau “Rumah Keamanan”. Dalam percakapan, menunjuk dengan jari telunjuk dianggap kasar. Secara tradisional, orang Brunei tidak berjabat tangan dengan lawan jenis. Melepaskan sepatu ialah kebiasaan umum orang Brunei sebelum memasuki rumah orang lain.
B. Malaysia
Patung Dewa Murungga di Malaysia merupakan patung berukuran 42.7 meter. Patung ini terletak di Batu Caves, gua yang merupakan salah satu kuil Hindu di luar India yang paling populer, yang didedikasikan untuk Dewa Murungga. Malaysia memiliki kota yang bernama George Town, yaitu kota yang terdaftar dalam UNESCO World Heritage. Kota ini terletak di Pulau Penang. George Town ialah kota yang memiliki ragam jenis budaya. Banyak gedung peninggalan masa Eropa dan bangunan bernuansa Melayu Tionghoa. Tiga kaum utama di Malaysia ialah Melayu, Cina, dan India. Musik tradisionalnya banyak dipengaruhi oleh budaya Cina, Islam, India, dan Indonesia. Makanan khasnya ialah nasi lemak.
C. Filipina
Budaya Filipina merupakan hasil perpaduan antara budaya barat dan timur. Kehidupan budayanya dipengaruhi oleh budaya Melayu, Cina, dan Spanyol. Bahasa Filipina ialah bahasa Nasional dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar untuk urusan perdagangan atau pergaulan. Ada delapan dialek utama yang dipakai oleh masyarakat Filipina, yaitu Tagalog, Cebuano, Ilocano, Hiligaynon atau Ilonggo, Bicol, Waray, Pampango, dan Pangasinense. ‘Po’ dan ‘opo’ ialah sebutan orang Filipina terhadap orang yang lebih tua. Mereka memanggilnya dengan menggunakan kata-kata mirip “Kuya”, “Ate”, “Manong” atau “Manang” yang menawarkan rasa penghormatan. Jabat tangan ialah bentuk salam yang paling sering dijumpai di Filipina. Tarian Tinikling merupakan tarian masyarakat Filipina. Tarian ini menceritakan wacana burung Tinikling yang berjalan melompat menghindari perangkap bambu petani padi.
D. Kamboja
Banyak candi di Kamboja terbuat dari batu. Dewa-dewa dari agama Hindu dan Buddha terukir pada tembok. Tari Apsara lahir pada 2.000 tahun lalu. Relief tarian banyak ditemukan di bangunan-bangunan keagamaan di Kamboja. Orang Khmer mengenakan syal kotak-kotak yang disebut Krama. Pria dan perempuan Khmer mengenakan bandul Buddha pada kalungnya. Tujuannya ialah untuk menjaga dari roh jahat dan membawa keberuntungan. Makanan terkenal Kamboja ialah chha yang berarti tumisan.
D. Myanmar
Myanmar disebut sebagai negara seribu Pagoda. Hal ini disebabkan karena sangat praktis menemukan kuil-kuil suci Buddha. Mayoritas penduduk Myanmar ialah keturunan Tibet. Bahasa yang dipakai ialah bahasa Birma.
Pakaian tradisional Myanmar yang disebut Longyi mirip sarung Indonesia, namun kain ini membelit penggalan tubuh mereka mulai dari perut hingga betis. Longyi yang berbahan kain katun bukan saja dikenakan pria dewasa, namun juga belum remaja dan wanita.
F. Vietnam
Permainan ‘Menangkap Jangkrik dengan Mata Tertutup’ ialah permainan tradisional anak Vietnam. Anak yang berada di tengah lingkaran, matanya ditutup kain. Menangkap salah satu teman dan menebak namanya.
Vietnam terkenal dengan baju khasnya yang disebut Ao Dai. Topi caping pun banyak ditemui di sana. Orang Vietnam gemar duduk di dingklik, yaitu kursi yang sangat pendek. Bukan hanya untuk makan, bahkan untuk mengobrol pun mereka senang duduk di atas dingklik. Mayoritas orang Vietnam memiliki nama keluarga Nguyen. Hal ini disebabkan karena Dinasti Nguyen berkuasa mulai 1803-1945 dan merupakan dinasti terakhir di Vietnam.
G. Laos
Nama Laos berhubungan dengan penemunya, yaitu Ai Lao. Orang Laos terkenal kesabaran dan kesederhanaannya. Hal ini terkait dengan aliran agama Buddha yang banyak dianut masyarakatnya. Olahraga tradisional di Laos ialah Kataw, mirip olahraga bola voli, namun menggunakan kaki untuk menangkap dan memukul bola. Bola terbuat dari anyaman bambu.
Tahun gres Laos disebut Bun Pi Mai. Semua penduduk membersihkan rumah, mengenakan pakaian baru, dan mencuci patung-patung Buddha. Makanan utama bangsa Laos ialah nasi atau beras ketan yang dimakan dengan tangan langsung. Orang Laos menyebut dirinya ”luk khao niaow”, yang artinya “anak turun nasi ketan”. Upacara sakral perlindungan sedekah, atau dikenal dengan Sai Bat merupakan upacara di Laos. Para biksu membawa bakul kecil mengitari sebagian kecil kota untuk mendapat sedekah dari penduduk setempat yang lebih banyak didominasi beragama Buddha.
H. Singapura
Singapura memiliki lambang negara, yaitu Merlion. Merlion ialah patung berkepala singa dan berbadan ikan. Menurut mitos, Singapura dahulunya ialah kampung ikan. Kampung ini bernama Temasek yang berasal dari bahasa Jawa yang artinya lautan. Singapura berasal dari kata Sansekerta yang berarti kota Singa. Penduduk Singapura berasal dari Cina, Melayu, India, dan Eropa. ‘Kaum Baba’ ialah sebutan bagi keturunan Cina-Melayu. Singapura memiliki empat bahasa resmi, yaitu Melayu, Mandarin, Inggris, dan Tamil. Masyarakat Singapura memiliki budaya jalan kaki. Sekitar 80 persen masyarakatnya memilih untuk berjalan kaki ke mana-mana. Hal ini disebabkan harga kendaraan, yaitu mobil dan materi bakar sangat mahal. Kepiting cabai ialah kuliner yang sangat digemari masyarakat Singapura.
I. Thailand
Thailand ialah satu-satunya negara di ASEAN yang tidak pernah dijajah bangsa Eropa. Thailand dalam bahasa Thai ialah Prathet Thai, yang artinya “Tanah Kebebasan”. Sejak tahun 1800-an, Thailand berubah nama, antara lain Siam (dari bahasa Sansekerta yang artinya gelap atau cokelat) dan Thailand. Ramakien ialah dongeng nasional Thailand yang memengaruhi kehidupan masyarakatnya. Di Thailand, Kepala ialah penggalan tubuh yang paling dihormati.
Tidak ada orang yang akan berani menyentuh kepala, bahkan kepala anak-anak. Sebaliknya, penggalan kaki dianggap penggalan yang paling hina karena dipakai sebagai alat untuk menapak di tanah. Oleh karena itu, kaki dihentikan dihadapkan ke patung suci atau orang lain. Indonesia dan Thailand memiliki tradisi minum teh. Di beberapa tempat di Indonesia, kebiasaan minum teh dilakukan secara turun temurun. Salah satunya ialah teh yang diseduh di poci. Oleh karena itu, teh tersebut dinamakan dengan teh poci. Di Thailand, teh disajikan dengan susu dan rempah-rempah. Teh tersebut dinamakan Thai Ice Tea dan disajikan dingin.
Bagaimana dengan kehidupan dan budaya Indonesia?
Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera. Letak tersebut membuat Indonesia berada di tempat yang cukup strategis. Dengan letak yang cukup strategis tersebut, Indonesia memiliki fasilitas jalur transportasi yang sangat menguntungkan, baik itu jalur darat, laut, mau pun udara. Selain itu, letak yang strategis ini juga menyebabkan Indonesia memiliki iklim tropis. Selain memiliki letak dan iklim yang sangat baik, Indonesia juga merupakan satu-satunya negara yang terdiri atas beribu-ribu pulau. Indonesia setidaknya memiliki 17.504 pulau besar dan pulau kecil dan sekitar 6000 pulau di antaranya tidak berpenghuni. Pulau tidak berpenghuni ini menyebar di sekitar garis Khatulistiwa.
Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Apabila perairan antara pulau-pulau tersebut digabungkan, luas Indonesia mencapai 1,9 juta mil2. Pulau terpadat di Indonesia terletak di Pulau Jawa. Jumlah penduduk di Pulau ini mencapai setengah dari jumlah populasi di Indonesia. Oleh karena itu, Pulau Jawa ini dijadikan sebagai wilayah pusat dari Negara Indonesia, karena ibukota negara Indonesia terletak di pulau ini, yaitu Jakarta.
Kebudayaan Indonesia merupakan gabungan dari seluruh kebudayaan lokal yang telah ada sebelum wilayah tersebut terbentuk menjadi Indonesia pada 1945. Seluruh kebudayaan yang beraneka ragam di Indonesia pada ketika itu menjadi penggalan integral daripada kebudayaan Indonesia.
Walaupun kebudayaan Indonesia beraneka ragam, pada dasarnya kebudayaan ini terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan dari wilayah lain, mirip Tionghoa, India dan kebudayaan dari Arab. Kebudayaan India sendiri telah masuk ke dalam kebudayaan Indonesia sebelum Indonesia belum terbentuk. Kebudayaan India mulai masuk ke Indonesia seiring dengan penyebaran agama Hindu dan Buddha di Nusantara. Kebudayaan Hindu dan Buddha sempat mendominasi nusantara pada kala ke-5 Masehi. Hal ini ditandai dengan berdirinya kerajaan bernafaskan Hindu dan Buddha tertua di nusantara, yaitu Kutai. Kerajaan Kutai ini berdiri hingga pada penghujung kala ke-15 Masehi.
Sementara untuk kebudayaan Tionghoa, kebudayaan ini masuk dan memengaruhi kebudayaan Indonesia selesai dari adanya interaksi pedagangan yang intensif antara pedagang-pedagang Tionghoa dan nusantara. Selain itu, banyak pula perantau-perantau Tionghoa yang masuk dan menetap di Indonesia. Mereka menetap dan menikahi penduduk lokal kemudian menghasilkan perpaduan kebudayaan Tionghoa dan lokal yang unik. Kebudayaan inilah yang menjadi salah satu akar daripada kebudayaan lokal modern di Indonesia, mirip kebudayaan Jawa dan Betawi.
Kehidupan sosial masyarakat Indonesia sebagian besar diisi dengan kegiatan-kegiatan sosial, mirip bekerja, berinteraksi, dan lain sebagainya. Dalam berinteraksi sosial, masyarakat Indonesia memiliki bahasa daerahnya masing-masing. Namun, bahasa resmi masyarakat Indonesia ialah bahasa Indonesia. Hal ini tercantum dalam Undang-Undang Dasar RI 1945, Pasal 36 dan tersirat dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Selain itu, bahasa Indonesia ini juga diresmikan pada hari kemerdekaan bangsa Indonesia tahun 1945.
Bahasa Indonesia merupakan bahasa dinamis yang hingga ketika ini terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan mau pun peresapan dari bahasa tempat atau bahasa asing. Selain bahasa, masyarakat Indonesia juga memiliki kesenian-kesenian yang beragam. Jenis kesenian Indonesia mampu dikategorikan dalam beberapa klasifikasi, mirip seni musik, seni tari, seni busana, seni bela diri, dan masih banyak lagi.
Kebanyakan dari kesenian Indonesia ini dipengaruhi oleh beberapa kebudayaan dari wilayah lain. Contohnya, seni tari dari tempat Jawa dan Bali terkenal dengan efek dari aspek-aspek kebudayaan dan mitologi Hindu.
Letak geografis Asia Tenggara berada di antara tiga perairan, yaitu:
• Samudra Hindia dan Teluk Benggala di penggalan barat;
• Laut Cina Selatan di utara; dan
• Samudra Pasifik di timur
Wilayah Asia Tenggara dibagi menjadi dua dataran yaitu:
1. Daratan Berbentuk Semenanjung
Wilayah yang berbentuk semenanjung ialah Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, dan wilayah Malaysia penggalan barat.
2. Daratan Berbentuk Gugusan Kepulauan
Wilayah yang berbentuk deretan kepulauan ialah Filipina, Indonesia, wilayah Malaysia penggalan timur, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Perbedaan dan Persamaan karakteristik negara ASEAN
Pilihlah dua negara ASEAN. Carilah perbedaan dan persamaan karakteristik dari kedua negara tersebut mulai dari flora yang hidup, khususnya bunga yang menjadi ciri khas negara dan kondisi sosial budaya mereka. Kamu mampu menyebutkan nama bunga, nama sebutan (apabila ada), pemanfaat, dan tempat tumbuhnya.
Tulislah pemikiranmu wacana karakteristik negara pada diagram Venn yang telah disiapkan.
- Tentukan dua negara yang akan kamu cari informasinya lebih dalam lagi. Tulislah di kotak yang tersedia.
- Tulis masing-masing karakteristiknya di bundar sesuai dengan negaranya.
- Di tengah lingkaran, kamu mampu menuliskan persamaan karakteristik yang dimiliki oleh kedua negara.
![]() |
| Karakteristik Indonesia - Malaysia |





Posting Komentar untuk "Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Asean (Halaman 14)"